Sabtu, 02 April 2011

Tolong Jangan Lupakan Saya, Pinta Mikayla Francis (INSPIRASI DARI SEBUAH KISAH NYATA)

Mikayla Francis mungkin tak akan bisa merayakan Natal lagi. Namun, itu bukan ketakutan terbesar gadis enam tahun ini. Ia meminta dengan suara sendu kepada sang ayah. "Tolong, jangan lupakan ketika saya sudah pergi."

Mikayla menderita kanker hati yang langka dan kini sudah menyebar ke paru-parunya. Sang ayah, Andrew Francis, mengatakan sang anak tercinta terus memeluk orangtuanya.

"Dan mama, jika mama memiliki bayi lagi, akankah menceritakan tentang saya atau tidak?" demikian pertanyaan Mikayla.

"Ia sungguh luar biasa dan tidak mengenal rasa takut sedikitpun. Ia benar-benar menjadi panutan," kata sang ayah. Dokter meminta orangtua Mikayla agar merayakan Natal lebih cepat karena kemungkinan Mikayla tak bisa merayakan Natal dan tak dapat melihat Santa Claus.

Mikayla akan merayakan Natal dan ulang tahu ketujuh pada Sabtu, pekan ini. Semua orang tersentuh akan kisah Mikyala. Banyak yang datang memberikan dukungan, balon, makanan, dan menyediakan kebutuhan ulang tahun serta 500 orang akan datang di perayaan ulang tahunnya.

Mikayla didiagnosa kanker hati hepatoblastoma, Agustus lalu. Francis mengatakan dirinya kagum atas sikap anak perempuannya yang tabah. Dia menghadapi suatu percakapan paling sulit dari setiap orangtua yang memiliki anak, memberitahu bahwa dirinya sedang sekarat.

Ketika sang ayah bertanya apakah dirinya takut, ia menjawab sangat tabah. "Tidak ayah. Saya tidak takut. Saya merasa luar biasa dan sedikit berpikir bahwa sorga akan menjadi tempat yang menyenangkan," katanya.

Suatu ketabahan dan pengakuan iman yang luar biasa dari seorang anak kecil. Meski dalam situasi yang sulit dan mungkin menakutkan, janji firman Tuhan memberi kekuatan yang mengagumkan. Keyakinan Mikayla memberi pelajaran bagi kita semua, Yesus telah membuka jalan bagi orang-orang percaya untuk menerima hidup kekal di sorga bersamaNya. (Herald Sun/tribun)

"Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal." (1 Yohanes 5:12-13)

Sebuah Bejana Pilihan (INSPIRASI DARI SEBUAH KISAH NYATA)

Kisah Nyata | Recharge Your Soul

Seorang Tuan sedang mencari sebuah bejana. Ada beberapa bejana tersedia – manakah yang akan terpilih? “Pilihlah saya”, teriak bejana emas, “Saya mengkilap dan bercahaya. Saya sangat berharga dan saya melakukan segala sesuatu dengan benar. Keindahan saya akan mengalahkan yang lain. Dan untuk orang yang seperti Engkau, Tuanku, emas adalah yang terbaik!”

Tuan itu hanya lewat saja tanpa mengeluarkan sepatah kata. Kemudian ia melihat suatu bejana perak, ramping dan tinggi. “Aku akan melayani Engkau, Tuanku, aku akan menuangkan anggur-Mu dan aku akan berada di meja-Mu di setiap acara jamuan makan. Garisku sangat indah, ukiranku sangat nyata. Dan perakku akan selalu memuji-Mu.”

Tuan itu hanya lewat saja dan menemukan sebuah bejana tembaga. Bejana ini lebar mulutnya dan dalam, dipoles seperti kaca. “Sini! Sini!” teriak bejana itu, “saya tahu saya akan terpilih. Taruhlah saya di meja-Mu, maka semua orang akan memandangku.”

“Lihatlah saya”, panggil bejana kristal yang sangat jernih. “Aku sangat transparan, menunjukkan betapa baiknya saya. Meskipun saya mudah pecah, saya akan melayani Engkau dengan kebanggaan saya. Dan saya yakin, saya akan bahagia dan senang tinggal dalam rumah-Mu.”

Tuan itu kemudian menemukan bejana kayu. Dipoles dan terukir indah, berdiri dengan teguh. “Engkau dapat memakai saya, tuanku”, kata bejana kayu. “Tapi aku lebih senang bila Engkau memakaiku untuk buah-buahan, bukan untuk roti.”

Kemudian Tuan itu melihat ke bawah dan melihat bejana tanah liat. Kosong dan hancur, terbaring begitu saja. Tidak ada harapan untuk terpilih sebagai bejana Tuan itu.

“Ah! Inilah bejana yang aku cari-cari. Aku akan perbaiki dan Kupakai, dan akan Aku buat sebagai milik-Ku seutuhnya. Aku tidak membutuhkan bejana yang mempunyai kebanggaan. Tidak juga bejana yang terlalu tinggi untuk ditaruh di rak. Tidak juga yang mempunyai mulut lebar dan dalam. Tidak juga yang memamerkan isinya dengan sombong. Tidak juga yang merasa dirinya selalu benar. Tetapi yang Kucari adalah bejana yang sederhana yang akan Kupenuhi dengan kuasa dan kehendak-Ku.”

Kemudian Ia mengangkat bejana tanah liat itu. Ia memperbaiki, membersihkan dan memenuhinya. Ia berbicara dengan lembut kepadanya. “Ada tugas yang perlu engkau kerjakan, jadilah berkat buat orang lain, seperti apa yang telah Kuperbuat bagimu.” (jc/net)

Sumber : Hariansumutpos.com

Kuasa Nama Tuhan YESUS Selamatkan Nyawa Keluargaku (INSPIRASI DARI SEBUAH KISAH NYATA)

Waktu itu adalah tanggal 4 bulan 4 tahun 2010. Dalam bahasa chinese angka 4 itu berarti "mati" atau "shi". Di hari minggu itu, ayah, ibu, dua tante, satu paman saya melakukan perjalanan untuk sembayang kerabat yang telah meninggal sesuai dengan tradisi Chinese. Ibu saya dan kedua tante saya beragama Kristen dan Katolik. Sedangkan ayah dan paman saya beragama Budha.

Sepulang dari sembayang, mobil atoz kecil melaju di tol dalam kota pulang ke arah pancoran. Saat itu sedang hujan. Ayah saya yang menyetir, paman saya duduk di bagian depan. Bangku belakang diisi ibu dan dua tante saya. Mobil melaju dengan kecepatan sedang, 80 km/jam di jalur cepat. Saat itu jalanan sepi, depan dan belakang tidak ada mobil, samping juga tidak ada mobil. Ibu mengatakan, untuk pindah ke jalur tengah. Ayah saya mengarahkan mobil pelan-pelan ke jalur tengah. Baru beberapa menit di jalur tengah, tiba-tiba datang mobil dari arah kanan menubruk belakang mobil atoz, mobil itu kemudian terbanting ke arah ke kiri, menabrak pembatas jalan tol di sebelah kiri, lalu mobil terpental kembali ke arah tengah jalan tol dengan berputar.

Ibu dan tante saya menyebut nama Yesus berulang kali dari sejak mobil terlempar ke kiri, menabrak pembatas, hingga mobil berputar tanpa kendali. Mobil berputar dan menabrak mobil di jalur tengah, yang adalah mobil yang menabrak mobil atoz. Mobil atoz berhenti berputar karena tertubruk mobil itu, lalu mobil oleng, dengan posisi miring, mobil terangkat, dengan poisisi mau terbalik. Ibu dan tante saya hanya bisa berterik nama YESUS, YESUS, YESUS. Untungnya mobil yang miring tidak jadi terbalik, tapi kembali ke posisi normal.

Semua penumpang dalam mobil keluar. Puji Tuhan atas KuasaNya, ayah dan paman yang ada di bagian kursi depan hanya menderita luka lecet di bagian tangan dan kaki. Ibu dan satu tante saya juga hanya luka memar di bagian tangan dan kaki. Ajaibnya, satu tante saya yang terus berteriak YESUS,YESUS, tidak menderita luka sama sekali, hanya syok dan kaget setelah kejadian itu. Sungguh luar biasa perlindungan Tuhan. Padahal mobil atoz kecil itu sudah tidak berbentuk. Kaca-kaca belakang pecah, pintu samping kiri penyok terhantam pembatas jalan dan tidak dapat dibuka.

Saat kejadian itu, saya berada di rumah, sedang istirahat ingin tidur siang, namun hati terasa tidak tenang, dan sayup-sayup saya mendengar seperti ada suara ayah dan ibu sedang bercakap-cakap. Juga sempat terdengar suara mobil atoz saya. Ternyata itu semacam pertanda. Beberapa menit kemudian ayah telepon, mencari kakak saya, dan bercerita bahwa mereka baru saja kecelakaan, dan minta kakak saya untuk datang dan mengurus segala sesuatu dengan si penabrak. Puji Tuhan juga, ternyata yang menabrak adalah hamba Tuhan juga. Lelaki muda yang sedang tergesa-gesa untuk ke ulang tahun adiknya. Ban mobil terasa licin, dan akhirnya dia membanting setir dari arah kanan ke jalur tengah dan menubruk mobil atoz. Dia bersedia mengganti rugi semua biaya perbaikan mobil atoz.

Yang paling saya syukuri adalah Tuhan telah menyelamatkan nyawa keluargaku dengan kuasa nama-Nya yang luar biasa ajaib. Aku tidak dapat membayangkan jika Tuhan tidak menjaga keluargaku. Bayangkan dalam waktu sekejap saja saya akan kehilangan ayah, ibu, tante, dan paman saya... Sungguh tak terbayangkan.. Puji Tuhan atas kebesaran nama Tuhan YESUS. Ibu dan tante saya mengatakan, itu semua adalah kuasa Tuhan. Mungkin tangan Tuhanlah yang menyetop mobil atoz yang miring, hampir terbalik, bisa kembali ke posisi normal dan tidak jadi terbalik. Jika mobil atoz terbalik, tentu saja semua yang ada didalamnya akan menderita luka parah atau bahkan mungkin bisa kehilangan nyawa karena terjepit atau tergencet. Aku hanya bisa bersyukur dan memuji nama Tuhan YESUS. Sungguh besar perlindunganNya untuk keluargaku..
Sumber : NV

MERINDING BACANYA (about Lucifer)

Namaku Lucifer.Kau boleh memanggilku Penguasa kerajaan Angkasa (Efesus 2:2), Penghulu-penghulu (penguasa) dunia yang gelap (Efesus 6:12), Penguasa dunia (Yohanes 12:31), Penghulu setan (Matius 12:24), Ilah zaman ini (II Korintus 4:4), Malaikat terang (II Korintus 11:14), Ular tua (Wahyu 12:9), Lawan / musuh (I Petrus 5:8), Pendakwa (Zakharia 3:1), Pencoba (Matius 4:3), Pembunuh (Yohanes 8:44), Pencuri (Yohanes 10:10).

Tadinya aku diciptakan sebagai malaikat Tuhan yang paaa..aling indah. Mikael dan Gabriel, dua malaikat tertinggi temanku itu? Lewaaaat!

Dulu aku tinggal di surga dan pekerjaanku membosankan: memuji dan melayani Yang Mahatinggi. Buat apa? Kenapa bukan aku aja yang dipuji? Aku bosen jadi pelayan! Aku bisa menyamaiNya! Aku Son of the Morning, Bintang Fajar, “...Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!” (Yesaya 14:13-15)Dan apa yang kudapat? Tuhan membuangku ke bumi! “How art thou fallen from heaven, O Lucifer, Son of the Morning! How art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!” (Yesaya 14:12 KJV), itu kata Tuhan. “...ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur. Orang-orang yang melihat engkau akan memperhatikan dan mengamat-amati engkau, katanya: Inikah dia yang telah membuat bumi gemetar, dan yang telah membuat kerajaan-kerajaan bergoncang,..” (Yesaya 14:14-16). “...Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya.” (Yehezkiel 28:13-17). Aaaarrggh!!

KataNya, aku sombong!? Lihat siapa yang sombong sebenarnya! Kalian, manusia hina ciptaan Dia sendiri! Hina tapi ingin jadi mulia! Kenapa aku yang cantik Dia buang sementara manusia lemah seperti kalian dikasihiNya?! Planet yang nggak Dia sukai Dia hancurkan. Malaikat yang jatuh Dia usir. Tapi kalian? Apa yang membuat kalian spesial di mataNya? Kenapa ketika kalian jatuh dalam dosa, Tuhan sendiri yang turun menyelamatkan? (Yohanes 3:16). Kenapa ketika kalian terhilang, Dia susah payah mencarinya? (Lukas 15:4). Kenapa banyak dari kalian yang menolakNya dan Dia tetap mengasihi kalian? (2 Timotius 2:13). Kenapa kalian Dia lindungi, emangnya kalian biji mataNya? (Zakharia 2:8). Kenapa kalo kalian mengaku dosa, Dia jadi pelupa, kenapa Dia lupa dosa-dosa kalian yang bejat itu? (Yesaya 43:25). Kenapa?!

Aku benci kalian! Kalian mengingatkanku pada Yang Mahatinggi! Muka kalian serupa denganNya. (Roma 8:29). Aku benci. Seumur hidupku aku akan berusaha melawan dan menipu kalian.

Kalo aku disuruh bersyukur, hanya satu hal yang akan kusyukuri... Bahwa kalian gak sadar kalo sejak 2000 tahun lalu Yesus udah membinasakan aku (1 Yohanes 3:8), aku sudah kalah dan dilucuti (Kolose 2:14-15), dan kalian berkuasa mengusirku (Markus 16:17). Hahahaha. Kutipu kalian semua. Aku mungkin ada di tim yang kalah, ...nggak apa-apa, asalkan aku berhasil membuat kalian bergabung di timku! Hahahahaha!

Akan kubuat kalian terus menerus menyalibkan Yesus dengan dosa kalian! (Ibrani 6:6). Akan kusebarkan ajaran-ajaran yang membelokkan kalian dari ajaranNya (1 Timotius 4:1-2) dan kusesatkan kalian (Wahyu 12:9-10). Pujalah aku, aku akan kuhadiahi kalian neraka. Bencilah aku dan akan aku hajar kalian saat kalian lengah. Bertemanlah denganku dan akan kukhianati kalian!

Kalian mau melayani Tuhan? Boleh, tapi layani aku juga! (Lukas 16:13). Berdoa? Baca Alkitab? Berbuat baik? Rajin ikut persekutuan? Boleh, tapi jangan lupa untuk mengabaikan keadilan dan kasih Tuhan (Matius 23:23) dan pastikan semua orang mengetahuinya dan memujimu habis-habisan (Matius 6:5). Akan kubuat kalian tau berbuat baik tapi tidak melakukannya! (Yakobus 4:17). Akan kubuat kalian merasa sibuk untuk Tuhan padahal nggak melakukan kehendakNya! (Matius 7:22).

Ya, aku tau suatu saat aku akan diikat sampe seribu tahun, tapi tunggu saja kalo saatnya aku dilepaskan, akan kubuat kalian menderita! (Wahyu 20:1-3). Memang pada akhirnya aku akan tinggal di neraka selamanya (Wahyu 20:10 dan Matius 25:41), tapi itu justru membuatku semakin ingin membawa kalian sebanyak-banyaknya! Hahaha, temani aku menderita disana. Sumber: Naomi Eva.

Advent Bangun: Tuhan Saya Itu Karate (INSPIRASI DARI SEBUAH KISAH NYATA)

100% Kisah Nyata |

Telah menjadi tekadnya, hidup dan matinya akan ia berikan bagi kecintaannya terhadap bela diri. Menjadi juara karate selama dua belas tahun berturut-turut, adalah bukti bahwa Advent Bangun sangat serius menekuni olahraga tersebut. Bahkan keahliannya dalam bidang bela diri ini membawanya melanglang buana dalam dunia film laga, dirinya mencatat telah membintangi 60 film.

“Dulu.. Tuhan saya itu karate,” demikian ungkap pria yang bernama lengkap Thomas Advent Bangun ini.

Awal ketertarikan Advent kepada karate bermula dari pengalaman traumatis yang menghantuinya.

Suatu malam, Advent Bangun pulang bersama dengan kakak perempuannya melewati sebuah bioskop. Di pinggir bioskop itu banyak anak-anak muda yang sedang berkumpul sambil minum-minuman keras.

“Mereka lihat kakak saya, dipikir perempuan nakal. Karena diganggu, saya lawan. Saya langsung dipukulin sama sekitar 30an orang. Saya dihajar sama 30 orang itu, rasanya seperti slow motion semua. Sampai ada yang ambil pisau, saya mau ditikam tapi saya bisa loncat ke belakang seperti salto gitu.” Advent bangun yang tidak berdaya di hajar oleh massa terus meronta, dan ketika bisa lepas dari mereka ia segera lari sekencang mungkin. Kejadian itu menyisakan rasa sakit dan dendam di hati Advent.

Hingga ia suatu saat ia melihat sebuah latihan karate, dimana mereka dengan tangan kosong mampu menghancurkan es balok dan papan, timbul keyakinan dalam hatinya, “Kalau saya latihan seperti itu, 100 orang juga bisa dibabat.”

Ia pun mendaftar untuk ikut latihan karate itu. Dendam dan rasa sakit dihatinya, membuat dirinya berlatih ekstra keras, “Kalau orang latihan sejam, saya dua jam. Kalau yang lain latihan dua jam, saya empat jam. Saya ngga mau kalah sama orang, saya harus the best..!”

Dendam dalam hati Advent, dilampiaskannya sewaktu bertarung. Jika belum membuat lawan babak belur, ia belum merasakan kepuasan. Sakit hati yang begitu dalam itu dikarenakan apa yang ia alami sewaktu kecil. Saat itu, kakak kecilnya menganiayanya dengan begitu kejam.

“Saya ditarik ke sungai, sungainya dangkal, dan saya di injak-injak disitu. Saya banyak minum air waktu itu, sudah hampir mati, tapi untung ada orang yang lihat. ‘Woi.. itu Advent Bangun mau dibunuh sama abangnya!!’ Semua orang datang dan akhirnya abang saya lari.”

Setiap pertandingan, menjadi ajang pelampiasan dendam baginya. Satu hal yang ia inginkan, juara. Advent tidak mau membagi posisi puncak di dunia karate dengan siapapun.

“Begitu dimulai, kaki kanan saya itu seperti punya mata. Begitu jaraknya sesuai, dia otomatis keluar. Waktu itu saya seperti marah. Setiap saya bisa melampiaskannya, saya merasa puas. Puas banget! Dan orang semakin takut sama saya, sampai saya dapat gelar ‘dokter gigi’ karena saya hobinya bikin gigi rontok.”

Begitu dikuasai oleh amarah dan dendamnya, sifat keras Advent Bangun ini terbawa dalam kehidupan rumah tangganya.

“Sesudah menikah, saya kaget karena saya mengenal dia tidak cukup lama. Hanya selama enam bulan. Selama saya mengenal itu, saya lihat dia bisa sabar menunggu saya pulang kantor. Ternyata tidak sepenuhnya seperti itu. (Sesudah menikah) waktu pergi ke mall atau ke super market, rupanya dia menunggu saya kelamaan. Saya dateng, dia langsung marah, dan langsung banting pintu,” ungkap istri Advent, Louis Sulingga.

Bukan hanya tidak sabar, Advent ternyata juga pria pencemburu. Jika istrinya pulang tidak tepat waktu, maka sang istri akan menerima luapan amarahnya. Louis sempat merasa menyesal telah menikahi pria yang ditolak oleh kedua orangtuanya tersebut.

“Saya merasa kok rumah tangga saya seperti ini. Saya berdoa, ‘Tuhan tolong saya, kalau semua ini terjadi karena kesalahan saya, karena dosa-dosa saya, saya minta ampun. Saya mau bertobat, saya mau kembali sama Tuhan. Tuhan Yesus tolong saya. Pulihkan rumah tangga saya, buka jalan bagi hidup saya,’” demikian Louis kembali berharap pada Tuhan agar dapat memulihkan kehidupan rumah tangganya.

Menghadapi Advent yang temperamental dan keras, Louis seperti tidak berdaya. Apalagi ketika Advent tidak senang dengan gereja yang dikunjungi oleh Louis.

“Kalau kamu kegereja itu lagi, awas kamu! Saya hajar kamu! Apa itu, lompat-lompat, nyanyi-nyanyi, muji-muji! Gereja apaan itu! Sesat itu!” demikian Advent mencerca istrinya. Karena istrinya memilih gereja yang tidak sesuai dengan keinginan hatinya, Advent tidak mau sekamar lagi dengannya selama satu tahun.

“Jijik.. marah..” Advent menceritakan perasaannya kala itu.

Louis hanya bisa berlari ke kamarnya dan menangis kepada Tuhan. Ia memohon kepada Tuhan agar terus diberikan kekuatan untuk mengasihi Advent. Cintanya pada Tuhan, mengalahkan rasa takut Louis kepada Advent, entah mendapat kekuatan dari mana, Louis membuat keputusan yang sangat berani. Ia mengatakan dengan jujur kepada Advent bahwa dirinya ingin dibabtis selam.

“Itu mau meledak rasanya,” ungkap Advent. Wajahnya memerah, dan dia hanya bisa menatap istrinya sambil menahan amarah. Namun sungguh ajaib, yang terlontar dari mulutnya adalah, “Ya udah, aku anterin kamu.”

Benar, seperti yang dikatakannya. Advent mengatarkan istrinya untuk dibabtis selam. Saat mengikuti ibadah sebelum acara pembabtisan itu, sesuatu terjadi dalam hidup Advent.

“Hamba Tuhan itu mengkotbahkan tentang kuduslah kamu sebab aku kudus. Ada dua ayat, yaitu 1 Petrus 1:16 dan Ibrani 12:14, Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Firman itu keras, seperti saya kena tendangan di dada saya. Kedua firman itu membuat saya menangis, saya terlalu banyak marah, dendam, benci pada semua orang. Jadi disitu saya seperti tertemplak, seperti ditampar..”

Advent yang malu menangis di depan orang lain, berseru kepada Tuhan di balik sebuah tiang gereja itu. Dia benar-benar menyadari bahwa dirinya memerlukan Tuhan untuk mengubah hidupnya. Sepulangnya dari pembabtisan istrinya, dia bicara empat mata dengan Louis, “Mah, saya mau pelepasan dan saya mau dibabtis.”

Namun setelah memutuskan untuk bertobat, proses yang harus dijalani Advent tidaklah mudah. Apa lagi saat ia diperingatkan oleh istrinya tentang kebanggaannya pada semua pialanya, hal itu membuat Advent berang. Tiga hari ia mendiamkan istrinya, Advent merenung dan matanya tertuju pada sebuah ayat.

“Saya lagi baca firman, Filipi 3:7-8, saya sangat kaget membaca firman itu: Semua ku anggap rugi setelah pengenalan akan Kristus. Semua ku anggap sampah. Yesus lebih mulia dari segala-galanya.”

Setelah perenungan yang dalam akan ayat tersebut, Advent sadar bahwa dirinya telah terikat dengan semua piala dan kesombongannya. Ia menyingkirkan semua piala-pialanya dan mengucapkan selamat tinggal kepada kesombongan. Sejak itu Thomas Advent Bangun memutuskan hubungan dengan dunia karate. Karate bukan lagi Tuhan dalam hidup Advent, dia memilih Yesus yang menjadi penguasa tunggal atas kehidupannya. (Kisah ini ditayangkan 8 Desember 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).
Sumber Kesaksian:
Thomas Advent Bangun

Manuskrip Kuno Ungkap Buyut Yesus Bernama Ismeria

Menyambut Natal, ada cerita mengenai asal-usul Yesus dengan lebih detail. Salah satu yang akan menambah pengetahuan tentang Yesus adalah hasil penelitian Catherine Lawless, pengajar sejarah di Universitas Limerick, Irlandia. Ia berhasil mengungkap buyut Yesus alias nenek dari Maria.

Menurut telaah Lawless pada dua manuskrip, yaitu "MS Panciatichiano 40" dari abad 14 dan "MS 1052" of the Riccardiana Library dari abad 15 milik milik Florence's National Central Library, buyut Yesus adalah seorang perempuan bernama Ismeria.

"Saya pikir tidak ada wanita lain yang disebutkan. Garis patrilineal Maria adalah satu-satunya," kata Lawless yang hasil telaahnya dipublikasikan dalam Journal of Medieval History. Telaah itu memberikan pencerahan terhadap silsilah Yesus dan Maria serta nilai-nilai religius pada abad 14.

Lawless mengurai lebih detail tentang sosok Ismeria. "Ismeria adalah putri Nabon orang Yudea dan keturunan Raja Daud. Ia menikah dengan Santo Liseo," urai Lawless. Pasangan itu memiliki putri bernama Anne yang kemudian menikah dengan Joachim. 12 tahun kemudiann, Liseo meninggal dunia.

Dalam manuskrip tersebut disebutkan bahwa setelah kematian suaminya, Ismeria ditinggalkan oleh keluarganya dalam kemiskinan. "Saya tidak yakin apakah itu keluarga suaminya atau saudara kandungnya," kata Lawless. Menurutnya, keluarga Maria tak akan dibuang dengan cara seperti itu.

Ismeria kemudian mencari perlindungan ke tempat semacam rumah sakit. Ia pernah melakukan mukjizat, yaitu mengisi cangkang dengan ikan untuk memberi makan pada pasien rumah sakit. Setelah mukjizat itu, ia berdoa agar dibebaskan dari kesombongan dunia.

Setelah Tuhan memanggil Ismeria ke Surga, kepala rumah sakit memberitahukan pada Maria dan Yesus. Keduanya kemudian datang beserta 1 rasul, Maria Magdalena, Maria Salomo dan Maria Chelopas. Mereka memberi penghormatan terakhir pada Ismeria.

Belum diketahui penulis dari mana legenda Ismeria itu berasal. Lawless beranggapan, penulisnya bisa jadi orang awam dari Tuscany. "Cerita ini mungkin dipakai sebagai model bagi para istri dan janda di rumah sakit di Florence pada masa pertengahan," kata Lawless.

"Nenek dari Maria ini tak memiliki janda lain yang menuntut hak waris anak-anaknya. Ia juga tak memiliki keluarga yang memaksanya untuk menikah lagi dan memulai hidup baru. Kehidupannya merupakan model hidup ideal bagi perempuan Florence masa itu," urai Lawless.

George Ferzoco, peneliti dari University of Bristol mengungkapkan bahwa telaah manuskrip tersebut sangat brilian, mampu menelaah materi religi yang kebanyakan manuskripnya ditulis secara khusus untuk perempuan.

Sementara itu, Carolyn Muessig dari Departemen Teologi dan Studi Agama Universitas Bristol mengatakan, "Hal yang mengejutkan dari Ismeria adalah, dia menjadi model bagi perempuan-perempuan lainnya." Ia juga mengungkapkan, munculnya cerita Ismeria pada abad pertengahan juga menggambarkan budaya masyarakat abad pertengahan yang menganggap penting arti perempuan.

(Discovery/Kompas)

Ajaib, 50 Hari Terdampar di Lautan Bisa Selamat (INSPIRASI DARI SEBUAH KISAH NYATA)

Para kerabat dan keluarga sudah berkumpul dengan hati yang penuh kesedihan karena anak-anak mereka, saudara, maupun teman-teman mereka ini diperkirakan sudah meninggal di tengah lautan. Mereka hendak menggelar upacara berkabung. Namun, tak disangka dan tak diduga, ternyata ketiga remaja ini selamat. Ajaib, ketiga remaja asal Selandia Baru ini berhasil bertahan hidup meskipun terdampar di tengah laut Samudera Pasifik. Tidak tanggung-tanggung, mereka terdampar selama 50 hari.

Ketiga remaja itu membawa kapal alumunium kecil di lepas pantai Selandia Baru. Mereka kemudian dilaporkan hilang pada 5 Oktober lalu. Pencarian pun dilakukan namun pasukan angkatan udara Selandia Baru tidak membuahkan hasil.

Suatu hari, sebuah kapal nelayan berlayar, kemudian menemukan suatu kejanggalan. “Kami melihat kapal kecil dan kami sadar itu aneh. Kami melihat ada beberapa orang di dalamnya dan seharusnya mereka tidak berada di sana, ujar Tai Fredricson, seorang awak kapal nelayan yang pertama kali melihat mereka. Walau sudah lemah lunglai, ketiga remaja itu masih bisa melambai-lambaikan tangan ke arah kapal. “Mereka sangat kurus, namun dalam keadaan baik mengingat apa yang telah mereka lalui,” lanjut Fredricson.

Mereka ditemukan 1.300 kilometer dari tempat mereka hilang, tepatnya di bagian barat dekat perairan Uvea atau di sebelah timur Fiji. Mereka berhasil bertahan hidup di tengah laut selama 50 hari dengan hanya meminum air hujan dan memakan seekor burung camar laut. Burung itu mereka makan mentah-mentah dan mencicilnya selama beberapa hari.

“Entah bagaimana mereka dapat menangkap seekor camar laut. Saya tidak tahu bagaimana, yang jelas mereka menangkapnya,” ujar Fredricson lagi. Para remaja itu selama beberapa hari terakhir terpaksa minum air laut karena air hujan yang tak kunjung datang. Untungnya, tidak terlalu lama karena menurut Fredricson, orang bisa mati kalau kelamaan minum air laut. Selain itu, Fredricson mengetahui betul kondisi seseorang yang terdampar, sehingga mereka tidak boleh langsung diberi air dan makanan tapi harus diinfus terlebih dahulu.

Menurut laman harian Sydney Morning Herald (SMH) ketiga pemuda yang berhasil diselamatkan pada Rabu (24/11) itu bernama Samuel Perez (15), Filo Filo (15), dan Edward Nasau (14). Jumat ini mereka akan diberangkatkan ke pulau Fiji untuk menjalani perawatan sebelum pulang. Perjuangan ketiga remaja itu dianggap sebuah mukjizat oleh banyak orang, termasuk awak kapal yang menemukan mereka.

Tentu saja keluarga mereka bahagia tak terkira. Tidak ada yang mustahil di dalam dunia ini, karena tangan Tuhan tidak kurang panjang buat menolong.
Source : vivanews/lh3